Free Premium Blogger Theme by NewBloggerThemes.com

Monday, January 20, 2014

8:43 PM | by Yoes Amin | Categories: | No comments
Ikan lele organik mempunyai beberapa kelebihan dari lele non organik. Terutama dari segi penghematan biaya pakan, rasa, dan manfaatnya untuk kesehatan.

Budidaya ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.

Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri dari kotoran sapi. Oleh karena itu banyak sekali yang bertanya tentang cara budidaya lele organik.

Budidaya lele dengan pakan organik dari kotoran sapi banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah :
1. Kandang sapi menjadi lebih bersih.
2. Hemat biaya perawatan.
3. Air kolam tidak berbau busuk.
4. Tidak perlu mengganti air kolam.
5. Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih.
6. Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi di sekitar.
7. Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi.
8. Lebih aman untuk kesehatan.
9. Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah.
10. Air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.

Budidaya ikan lele organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pellet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.8.000 per kilo. Sedangkan harga pakan lele organik cuma Rp.2.000 per liter.

PerbandinganUntuk 1 ton ikan lele siap konsumsi, pakan yang dibutuhkan jika menggunakan pellet bisa mencapai 1 ton. Sedangkan jika menggunakan pakan organik cuma membutuhkan 2.300 liter. Bobot ikan lele organik juga lebih berat dari non organik. Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor. Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor.
>
Cara membuat pakan lele organik Kumpulkan limbah kotoran sapi ke dalam bak yang dicampur air beserta enzim bakteri silanace (sejenis probiotik untuk penguraian kotoran sapi bisa anda dapatkan di toko pertanian terdekat) untuk mempercepat proses penguraian kotoran sapi. Selang lima hari kemudian, dengan proses aerasi, kotoran sapi yang telah berbentuk cairan siap diberikan ke ikan lele dengan cara di siramkan.
3:30 AM | by Yoes Amin | Categories: | No comments
Penemuan probiotik merupakan satu terobosan yg jitu guna meningkatkan dan menambah kualitas serta kuantitas hasil ternak maupun pertanian. Produk yg dijual di pasaran biasanya dibandrol dengan harga mahal,namun sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk membuat probiotik itu sendiri. Dimana bahan-bahan yg di gunakan tidaklah sulit untuk di dapatkan.

Probiotik untuk tanaman bisa dengan menggunakan sayuran yg tidak digunakan, tape, rebung atau keong mas.

Sejauh ini belum muncul kendala pemakaian probiotik, selain harga yang cenderung meningkat seiring naiknya permintaan. Jadi, pantas bila peternak sapi atau ayam juga melirik probiotik. ‘Probiotik dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pakan di tubuh,’ kata Prof Dr Ir Mohammad Winugroho MSc, periset dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) di Ciawi, Bogor. Dengan banyak manfaat yang diperoleh pantas bila kini probiotik menjadi pilar penting dalam budidaya ikan dan ternak. Agnes Cahyono dan Heru Eko Catur sudah membuktikannya.

Probiotik Ala Sidomakmur
Jamu (Probiotik) Pakan Lele yang dibuat oleh kelompok perikanan Sidomakmur ini sudah menjadi materi magang binaan Food and Agriculture Organisation (FAO) Perwakilan Indonesia.

JAMU (PROBIOTIK) PAKAN LELE adalah suplemen campuran untuk pakan lele yang sangat berfungsi untuk:

- Menambah daya tahan lele terhadap serangan penyakit.
- Memudahkan pencernaan lele untuk menyerap makanan.
- Menambah nafsu makan lele, terutama untuk lele yang tidak nafsu makan akibat stress.
- Menaikkan kualitas pakan hingga 0,1 per-kilonya.

Atas dasar keuntungan tersebut, maka kelompok perikanan “Sidomakmur” telah berusaha menguji formula yang tepat untuk membuat PROBIOTIK PAKAN. Berbagai cara telah dicoba, termasuk dengan menggiling bahan-bahan dasar.
Tetapi kami sudah membuat bagi petani lele yang tidak ingin terlalu sulit, yaitu dengan mencampurkan bahan-bahan ekstrak dan hal ini sangat mudah ditemui dipasaran atau dilingkungan kita.

Bahan Dasar :
1. Temulawak
2. Kencur
3. Kunyit
4. Asem
5. Tetes/Molases (gula pasir/gula jawa di cairkan)
6. Microba (Yakult)

Bahan dasar tersebut biasanya digiling dan dicampur, tetapi yang kami lakukan adalah tidak demikian. Adapun yang kami lakukan adalah membeli dari tukang jamu keliling, yaitu:
1. Sinom (jamu kunir asem) 1 liter Rp 5.000,-
2. Jamu Beras kencur 1 liter Rp 5.000,-
3. Jamu Temulawak 0,5 liter Rp 3.000,-
4. Tetes/Molases 0,5 liter Rp 1.500,-
5. Yakult 1 botol Rp 1.500,-

Cara membuat:
- Campurkan jamu sinom, beras kencur dan sinom dalam 1(satu) wadah, aduk hingga merata.
- Tambahkan Tetes/Molases kedalam campuran sambil diaduk, tambahkan air 1(satu) liter dan aduk kembali.
- Campurkan yakult kedalam larutan tadi dan aduk kembali.
- Masukkan campuran tersebut kedalam jerigen dan tutup rapat.
- Diamkan selama 10 (sepuluh) hari agar microba di dalam campuran berkembang biak, tetapi buka tutup 1 – 2 kali sehari agar tidak meledak atau mengeluarkan uap di dalam jerigen.
Setelah hari ke-11 Jamu (Probiotik) tersebut langsung dapat digunakan sebagai campuran pakan lele.

Cara pemakaian:
- Campurkan jamu 100 ml dengan air 500 ml, aduk hingga merata.
- Ambil 1 (satu) kg pakan lele dan campurkan dengan larutan tadi sambil diaduk hingga rata.
- Diamkan pakan tersebut hingga 15 – 20 menit, sehingga campuran jamu meresap ke dalam pakan.
- Pakan siap diberikan ke lele.

Apakah sulit..?
Tidak, caranya mudah sekali.

Apakah mahal..?
Tidak, sangat murah sekali. Coba bandingkan dengan dengan produk probiotik yang ada di toko. Harga sekitar Rp 15.000 – 20.000/liter.

Bandingkan dengan yang anda buat..!
Total biaya Rp 16.000,- untuk 4 liter larutan, maka per-liter hanya sekitar Rp 4.000,-
Besar harapan kami, bahwa petani dapat lebih menguntungkan dengan mengolah sendiri bahan-bahan keperluan budidaya ikan terutama lele yang padat modal. Murah kan,dengan hasil yg menjanjikan,selamat mencoba.

Sunday, January 19, 2014

8:12 PM | by Yoes Amin | Categories: | No comments

Sebagai starter mikroorganisme pada proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik. Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya adalah sebagai berikut:

BAHAN Membuat EM-4:
- Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
- Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
- Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
- Kacang panjang segar 0,25 kg
- Kangkung air segar 0,25 kg
- Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
- Gula pasir 1 kg
- Air tuak dari nira 0,5 liter

CARA PEMBUATAN EM-4:
- Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
- Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
- Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
- Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
- Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
- Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
- Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.
8:07 PM | by Yoes Amin | Categories: , | No comments
Berkembangnya teknologi membuat manusia terus mencari cara yang paling efisien untuk suatu usaha agar lebih menguntungkan. Antara lain pada usaha di bidang perikanan khususnya ikan lele.

Menurut referensi dari berbagai sumber & penelitian laboratorium sekolah tinggi & banyak universitas serta lembaga peneliti meng-KLAIM Makanan yg difermentasi (dengan PROBIOTIK) jika masuk kedalam pencernaan makhluk hidup akan mudah dicerna serta lebih mudah terserap nutrisinya oleh tubuh yang mengkonsumsinya. Tentunya disini ikan lele yang saya maksud. Sehingga nutrisi pakan tidak banyak yang terbuang percuma & otomatis pertumbuhan benih ikan semakin cepat, ikan lebih tahan terhadap penyakit, ikan lele lebih panjang & masa panen lebih pendek.

Alhasil kita dapat menghemat pakan /menurunkan FCR = konversi antara jumlah pakan & daging yang dihasilkan. Selain itu air kolam tidak bau / minimal berkurang baunya & meminimalkan penggantian air kolam besar2-an.

Menurut para ahli dibidang teknologi pangan & nutrisi, prosentase penyerapan nutrisi pakan yang menggunakan probiotik & tanpa probiotik kira2 sebagai berikut:

Menurut Ilmu Spanyol (Separo Nyolong) =

* Pakan tanpa probiotik : Nutrisi pakan yang diserap tubuh ikan maksimal 40%
* Pakan yang dicampur probiotik : Nutrisi pakan yang terserap tubuh ikan lebih dari 40% bahkan dengan kondisi tertentu bisa sampe 70% jika difermentasi minimal 12 jam.

Banyak probiotik dijual dipasaran namun harganya relatif mahal, mulai harga Rp 17.000,- s/d ratusan ribu rupiah. Berikut resep sederhana membuat probiotik dengan biaya yang sangat murah namun hasilnya...???... Silahkan dibuktikan dengan membandingkan dua kolam dengan padat tebar & luas kolam yg sama. Kolam satu menggunakan probiotik, & yang lain tanpa probiotik.

Membuat Probiotik (untuk fermentasi pelet & air kolam ikan lele )

Bahan2 Probiotik:
1. EM-4 / sel multi 100-200 cc / ( 2butir Ragi tape + 1botol Yakult ) sebagai STARTER fermentasi ) / bisa juga starter buatan sendiri.
2. Dedak halus .......................1 s/d 2 kg ( dikukus / direbus ) & dinginkan
3. Tetes tebu / gula merah........1/2 s/d 2 liter/ kg ( rebus & dinginkan )
4. Air bersih ...........................20 liter
5. Tambahkan Azzola micropilla secukupnya ( blender jika ada )
6. Nanas ................................1 buah ( blender & ambil airnya )
7. Temulawak (curcuma)......1/4 kg ( blender & rebus bersama gula merah & dinginkan), Berguna untuk menambah nafsu makan ikan sekaligus penguat system imun tubuh ikan lele terhadap penyakit & cuaca extrim.

Cara membuat Probiotik Sederhana :
- Bahan2 no.1,2,3,4,5,6,7 semuanya daalm keadaan dingin dicampur dalam ember & diaduk homogen (boleh disaring). Kemudian masukkan kedalam jurigen dengan kapasitas 30 liter yang bersih & steril lalu tutup rapat - rapat & simpan ditempat gelap selama minimal 7 hari.
- Selama penyimpanan (fermentasi unaerob) periksa setiap hari sekali. Jika jurigen menggembung buka pelan2 tutupnya sampai uap / gas keluar & tutup rapat kembali.
- Khusus untuk bahan no ; 5, jika tidak ada g' masalah / bisa kita ganti dengan kulit pisang, kacang2-an & masih banyak lagi bahan2 lain yang ada disekitar kita yang bisa kita manfaatkan untuk menambah nutrisi probiotik.

Catatan:
Lakukan semua pekerjaan diatas dengan bahan2 & alat yg bersih / steril untuk menjaga hasil produk agar tidak terkontaminasi dgn bakteri phatogen yang tidak kita inginkan, & ingat...!!.. jangan malas cuci tangan.

Jika kurang jelas bs langsung call :
As............:

Bagi yang malas bikin probiotik sendiri, bisa order ke saya dengan harga yang miring & kualitas yang insya'Allah bagus, yaitu ;
Rp 12.000 / liter.

Tersedia 2 macam jenis probiotik, yakni untuk air kolam & fermentasi pakan.

Saturday, January 18, 2014

11:32 PM | by Yoes Amin | Categories: | No comments
Budidaya ikan nila dengan memanfaatkan pekarangan rumah jika dilakukan secara tepat dapat menghasilkan keuntungan. Seperti yang kita tau, ikan nila merupakan ikan yang sudah popular dan juga sudah memasyarakat, hampir semua orang sudah pernah melihat apa dan seperti apa ikan nila itu.

Ikan nila menjadi salah satu pilihan yang digemari terutama buat penggemar ikan air tawar. Bila anda tinggal jauh dari pesisir pantai, tentu mendapatkan ikan laut bukanlah hal yang gampang. Selain itu tidak semua daerah dapat memperoleh ikan laut dengan mudah, nah salah satu alternatif adalah ikan air tawar. Ikan nila memiliki nilai gizi tinggi dan juga merupakan jenis ikan yang gampang untuk dipelihara.

Budidaya ikan nila dapat dilakukan di pekarangan rumah, dengan menggunakan media terpal. Cara ini sangat murah dan juga mudah dilakukan. Bisa juga dijadikan alternatif buat membudidayakan ikan selain ikan nila, seperti ikan lele, ikan mas, atau bahkan ikan hias. Baik pemula ataupun peternak ikan yang sudah professional dapat mencoba untuk budidaya ikan nila menggunakan media terpal.

Pembuatan kolam nila menggunakan terpal ini juga tidaklah terlalu rumit, dan tentu saja biayanya lebih murah bila dibandingkan kolam yang dibuat menggunakan beton ( kolam permanen ). Berikut ini cara membuat kolam untuk budidaya ikan nila menggunakan terpal

Bahan:
- Terpal (ukuran sesuai dengan keinginan anda)
- Sekam
- Batako / Bata Merah

Cara pembuatan kolam terpal:
- Cari posisi tanah yang langsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam.
- Gali tanah sesuai dengan luas kolam yang anda inginkan dengan kedalaman ± 50 cm.
- Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul di sisi kolam dan dipadatkan supaya tanggul tersebut kuat lalu permukaan tanggul diberi batako / bata merah supaya permukaannya rata.
- Setelah penggalian selesai, selanjutnya dasar kolam diberi sekam secar merata.
- Terpal siap dipasang dan diisi air.
- Diatas terpal diberi batako / bata merah lagi supaya aman dan rapi. Hal ini dimaksudkan juga supaya terpal tidak gampang berubah posisi, terutama saat angin berhembus lumayan kencang.

Budidaya ikan nila memerlukan kualitas air yang bagus
Setelah kolam terpal jadi, hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan nila adalah air. Sumber air yang akan kita gunakan haruslah air yang bersih, dapat berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak digunakan. Lebih ideal lagi jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.

Anda tertarik mencoba budidaya ikan nila? Tak ada salahnya anda mencoba teknik kolam terpal, selain murah, bisa dilakukan dipekarangan rumah, dan juga hasil panen ikan kita tidak berbau lumpur. Selamat mencoba teknik budidaya ikan nila menggunakan kolam terpal
11:23 PM | by Yoes Amin | Categories: | No comments
Ikan nila merupakan jenis Ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat, bahkan dari kalangan pemulung sampai Presiden suka dengan segala jenis olahan dari ikan nila.

Oleh karena itu, saat ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping Hoby dan bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan banyak meningkatkan kecerdasan.

Cara budidaya ikan Nila tidaklah sulit & keuntungannyapun menjanjikan sangat besar, kebanyakan orang mengalami kegagalan di karenakan:
- Tidak di perhatikan setingan kolam
- Pemula/pemain baru yang terburu buru akan hasil yang besar tanpa mempertimbangkan resiko
- Kurang matangnya informasi bagai mana cara budidaya

Kunci sukses budidaya ikan nila adalah SETINGAN KOLAM buat senyaman mungkin air kolam untuk beradaptasi, caranya:
- Persiapan lahan
- Pemupukan lahan
- Persiapan awal tebar benih ikan Nila merah super
- Penebaran benih

Cara Perawatan Lahan Budidaya Ikan Nila
- Keringkan kolam sebelum kolam di isi air
- garam grasak untuk membasmi jamur saat penjemuran kolam
- Gemburkan tanah sebelum di isi air bila kolam tanah

Cara Pemupukan Lahan
- Jemurlah pupuk kandang yang sudah di fermentasi mengunakan cairan gula dan ragi tape
- Setelah pupuk di jemur 2 hari masukan ke dalam karung
- Setelah pupuk di masukan karung lubangi karung mengunakan paku
- Setelah di lubangi barulah masukan kolam di beri pemberat batu
- Isi air sampai ketinggian 50cm dan berikan pupuk UREA satu sendok makan kedalam kolam
- Diamkan air selama 4 hari sebelum di tebar benih

Cara Persiapan Penebaran Benih ikan Nila
- Siapkan ember untuk perendaman benih ikan sebelum di tebar
- Isi air ke dalam ember secukupnya ( usahakn air dari kolam yang akan di tebari benih Guramih )
- Rendamlah benih ikan Nila selama 15 menit untuk adaptasi dengan air kolam yang baru

Cara Penebaran Benih Ikan Nila
- Masukan benih yang sudah di adaptasikan ke dalam kolam
- Masukkan pelan pelan

Itu saja prosedur yang harus dijalankan untuk membudidayakan ikan nila bagi pemula, sederhana bukan ??

Friday, January 17, 2014

6:17 PM | by Yoes Amin | Categories: | No comments
Memelihara Koi merupakan hobi yang sangat menyenangkan, karena keindahan ikan koi mampu menyejukkan pandangan dan menenteramkan pikiran. Koi berukuran jumbo yang berenang-renang di sekitar rumah menjadi hiburan tersendiri melepas kepenatan sehari bekerja. Sebagian masyarakat Jepang berkeyakinan bahwa memelihara koi dapat mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Akan tetapi sebagian orang tidak terlalu peduli dengan hal tersebut.

Yang jelas beberapa pecinta koi memiliki pengalaman memelihara koi dengan penuh ketekunan dan kesabaran, karena hobi tanpa disadari menghasilkan koi dengan kualitas unggul dan menang dalam berbagai kontes akhirnya koinya di hargai dengan harga mahal, mungkin ini yang disebut dengan hoki dalam memelihara koi.

Terlepas dari itu semua bagi pecinta koi pemula tentu banyak hal yang harus dipahami dan dipertimbangkan sebelum memulai memelihara ikan Koi. Banyak pecinta koi pemula harus stress karena koi yang dibeli dengan harga mahal mati setelah dimasukkan ke dalam kolam, alih-alih ingin mencari hiburan dengan melihat keindahan koi berenang di kolam tetapi malah pusing melihat ikan koi mengapung di kolam dan terus-terusan mati. Jangan cemas, berikut ada beberapa tips dalam memelihara Koi bagi pemula, meski tidak menjamin 100% keberhasilan dalam memelihara Koi tetapi paling tidak meminimalkan resiko kematian.

Tips Memelihara Koi
1. Persiapan Kolam Koi Yang Baik
Kualitas air kolam koi merupakan penentu keberhasilan dalam memelihara Koi, ahli koi mengatakan bahwa memelihara koi adalah menjaga kualitas air kolam yang baik. Kolam koi harus terbebas dari zat-zat kimia, biasanya kolam Koi baru yang terbuat dari semen masih menyisakan bau yang berbahaya. Hilangkan terlebih dahulu dengan merendam dengan air sampai beberapa hari, dan jangan buru-buru memasukkan koi ke dalam kolam. Setelah direndam buang air dan isi dengan air bersih.

2. Memilih Koi Yang sehat
Banyak Jenis dan kualitas Koi tersedia di pasaran dan Koi Farm, dari yang berharga murah sampai berharga mahal. Pilih yang sesuai kondisi keuangan dan selera, yang penting Ikan Koi dalam Kondisi Sehat. Sebagian pecinta koi menyarankan lebih baik memelihara koi dengan kualitas baik 3 ekor daripada memelihara koi jelek dengan jumlah 100 ekor.

3. Jumlah Koi jangan terlalu padat di dalam Kolam, 
Sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah ikan yang dipelihara. Kolam padat membuat koi tidak tumbuh optimal dan mudah terserang penyakit.

4. Jumlah makanan yang diberikan jangan berlebihan dan pilih makanan yang berkualitas baik. 
Banyak makanan koi tersedia di pasaran dari yang berharga murah sampai mahal. Makanan Koi yang baik biasanya mahal karena sebagian diimport dari Jepang. Selain makanan bermutu baik juga disesuaikan dengan kualitas koi. Jangan sampai koi berharga 20 ribu diberi pakan seharga 150ribu per/kg, hanya akan membuat kantong kering tapi pertumbuhan koi tidak sebanding dengan dana. Memberikan makanan secara berlebihan membuat kolam cepat keruh,berapapun makanan yang diberikan koi akan tetap makan tetapi segera dikeluarkan menjadi kotoran.

5. Menjaga Kualitas air kolam dalam kondisi bersih
Kualitas air hendaknya dijaga selalu stabil dalam kondisi bersih, jangan sampai ada perubahan suhu dan kondisi air yang sangat mencolok. Menjaga Kualitas air kolam dilakukan dengan membuat sistem filter yang baik.Selain dengan sistem filter kolam yang baik, perlu penggantian air sebanyak 10% maksimum 1 minggu sekali, jika diperlukan lebih sering dari itu.Faktor penentu warna koi antara lain kualitas koi/bloodline (70%), air (20%), dan faktor lainnya (10%).

6. Jika menambah ikan baru hendaknya dikarantina terlebih dahulu, 
pastikan Ikan Koi yang baru tidak membawa penyakit. Setelah pasti tidak membawa penyakit baru dimasukkan ke dalam kolam.

7. Perhatikan perilaku ikan setiap ada waktu
 ikan sakit biasanya menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera dikarantina dan diobati. Kekurangan Oksigen juga menjadi penyebab kematian ikan koi, perhatikan apakah Koi selalu mengambang di pemukaan air sampil membuka mulutnya, perilaku ini akan lebih nampak di waktu subuh,jika demikian tambahkan aerator.

8. Memelihara koi bagi pemula sebaiknya dilakukan dari ukuran kecil kurang lebih 10-20 cm agar dapat belajar mengamati perkembangan koi dari waktu kewaktu. Pada ukuran tersebut biasanya sudah cukup mudah untuk dipelihara dan harga masih cukup murah. Selamat Memelihara Koi.